BERBAGI

Aksi menggunakan atribut serba hitam disertai replikan keranda mayat yang ditujukan untuk kejaksaan negeri Pekanbaru, di bentang Forum Masyarakat Menuntut Keadilan Kota Pekanbaru di kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Pekanbaru di Jalan Jendral Sudirman.

Aksi tersebut tanda ungkapan sebagai bentuk kekecewaan masyarakat kota Pekanbaru terhadap kinerja kejaksaan negeri Pekanbaru dalam menindaklanjuti kasus-kasus hukum tindak pidana korupsi dan diduga dilakukan oleh aparatur pemerintahan kota Pekanbaru dibawah kepemimpinan Walikota Firdaus MT.

Dicontohkan Doni selaku Koordinator, kasus Perkantoran tenayan raya, Pembebasan Lahan Masyarakat didalam Kawansan Industri Tenayan, Dugaan Kebocoran Retribusi Sampah, dan kasus-kasus dugaan korupsi lainnya, termasuk  rumah sakit Madani, mobil sampah dan lain-lain.

“Pagi Jumat ini kami dikirim keranda mayat sebagai bentuk matinya nyali penegakan hukum oleh kejaksaan Pekanbaru,” kata Doni.

Selain itu sebagai bentuk keprihatinan terhadap kinerja kejaksaan negeri, dia nilai mungkin nyalinya sudah tidak ada untuk memproses kasus hukum pemerintah kota.

“Entah kenapa kalau usut kasus Korupsi Kolusi Nepotisme (KKN) di bawah komando walikota Pekanbaru, Kejari lamban,” tukasnya.

Sementara salah seorang pendemo dilokasi itu diwancara mengaku Jaksa “Pilih Kasih” terkait usut kasu Firdaus dan kroninya. “Kalau usut dugaan KKN Firdaus dan kroninya Jaksa kita nilai ‘mati kutu’ mengungkapnya,” kata beliau.**