BERBAGI

Proyek berlogo “DIDAMPINGI OLEH KEJAKSAAN TINGGI RIAU” bernilai puluhan miliyar “diumpeti” kontraktornya dari pengawasan masyarakat, media dan LSM.

Proyek yang di kerjakan oleh PT. Putra Sakti Sampurna dengan No. Kontrak 1281/PL31.23/LL/2020 Nilai Kontrak Rp. 61.559..100.000,00 milik Kementerian Pendidikan terkesan “seperti membahayakan”.

Menurut warga sih, masalah pengawasan proyek oleh Tim Pengawal Pengaman Pemerintah dan Pembangunan (TP4) di tingkat pusat dan daerah resmi telah dibubarkan Kejaksaan Agung pada awal Desember 2019. Lalu “Kejati Riau kok nongol pula ya”.

“Emang apa bedanya TP4 denga Jaksa Riau, Ada apa? ni bro?,” kata warga Bengkalis, Sulan, rabu (29/7/20).

Proyek bersumber Dana APBN berlokasi di jalan Bhatin Alam kecamatan Bengkalis, Kabupaten Bengkalis Provinsi Riau, ini tentu menjadi perbincangan banyak kalangan.

Pasalnya selain tidak dapat di pantau secara langsung, proyek tersebut juga terbentang jelas dalam papan plang proyek tersebut, serta menjadi pertanyaan besar lantaran terdapat plang membawa nama pengekak hukum ini.

Kalau kata ketua LSM TOPAN RI Kabupaten Bengkalis, Isnadi, dan LSM Barisan Muda Indonesia (BASMI), Arianto di lokasi mengatakan menyebut sudah tiga kali mereka datang ke lokasi proyek, namun untuk melihat seperti apa pekerjaan di dalam pagar seng itu sampai saat ini mereka belum diizinkan masuk.

“Kita tidak diperbolehkan masuk, diduga ada siluman didalam,” kata mereka kesal.

Bahkan untuk memantau kedalam mereka sudah lapor pada security agar dapat melihat secara langsung seperti apa pembangunan di dalam proyek tersebut, lagi-lagi mereka tidak dapat izin.

“Karena proyek dengan nilai triliun saja bisa di pantau sama LSM dan media, kenapa proyek untuk pembangunan gedung poltek itu tidak dapat di lihat, memang nya ada apa dengan pekerjaan di dalam, apa ada rahasia tertentu dan atas hukum apa,” sebut mereka.

Lebih lanjut, Karna merasa penasaran, awak media ini menuju lokasi proyek hari ini, setelah sampai kelokasi, prosedur katanya melapor ke pihak security, dan harus membuat surat.

“Kita tanya mana Kabid, PPTK, serta pengawas ngak ada pak, tadi ada jadi pekerjaan disini tidak ada Kabid, PPTK dan pengawasnya,” terangnya pada kabarriau.com.

Sementara, pantauan dari luar lokasi terlihat pekerjaan proyek sedang melakukan penggalian tanah menggunakan Bor dan keluar masuk mobil Becing plen, pembuangan limbah galian tanah di luar kawasan proyek dilakukan pekerja.**