BERBAGI

Warga Sungguh berharap saat PT Musim Mas awalnya membuka lahan di Kematan Pangkalan Lesung, Pelalawan, Riau, warga dijanjikan Pir Trans, tahun 1991 lalu.

Saat itu seorang warga keturunan bernama Indonesia Karsono menyebut akan memberikan lahan trans Musim Mas pada warga, kalau izinnya keluar dari Pemerintah.

“Kala itu kami sangat berharap, tapi sampai sekarang lahan yang dijanjikan tak kunjung ada,” kata perwakilan warga, Rusli.

Rusli yang juga tokoh masayarat Pesaguan ini, mengungkap sejumlah dugaan kecurangan PT Musim Mas saat pembukaan kebun tahun lalu itu, termasuk lahan pemakaman atau lahan perkuburan yang hilang karena lahan sudah ditebang “kebakaran”.

“Dulu makam kami bagus karena setelah ditumbang, lahan itu terbakar, yang berakibat lahan pekuburan hilang dan pohon dipinggir sungai pun ludes, sehingga sungai-sungai itu kini berobah jadi kanal,” kata Rusli, kemaren.

Waktu itu sesuai izin yang ada padanya sekarang, ada nama-nama masyarakat desanya, dari 55 KK tersebut jelas Rusli termasuk nama mendiang bapaknya sendiri.

“Kalau dulu lahan masyarakat sesuai janji perusahaan seluas 1000 hektar yang ditandatangani kepala desa kala itu bernama Darmawan, Camatnya Ismail, dan pihak PT Musim Mas bernama Karsono. Saat itu desa Pangkalan Lesung, berada di kecamatan Pangkalan Kuras, kabupaten Kampar, ada nama Beng Sabli,” jelas Rusli.

Rusli menyayangkan sikap perusahaan yang tidak merata, desa tetangga sebahagian besar sudah dapat lahan KKPA dengan pola bapak angkat, namun desanya yaitu desa Pesaguan sudah puluhan tahun memberikan lahan untuk dijadikan kebun sawit tidak kunjung digarap perusahaan.

“Kalau tidak salah sudah 4 kali kami diajak berunding disebuah hotel di Pekanbaru untuk menentukan lahan yang akan dijadikan kebun sawit, namun tidak kunjung terlaksana sampai sekarang, Minggu (19/7/20),” katanya.

Dikonfirmasi humas PT Musim Mas, Ibrahim, mengaku sungai tidak hilang, “itu tahun berapa,” jawabnya singkat.**