Beranda FAKTA & PERISTIWA Akibat 8 Gorong Gorong Yang Kecil Di Jalimsum Aceh – Medan, Masyarakat...

Akibat 8 Gorong Gorong Yang Kecil Di Jalimsum Aceh – Medan, Masyarakat Gebang Desak Satu Malaman Hujan Gebang Kebanjiran

BERBAGI

Buser24.com, Langkat (SUMUT) – Akibat curah hujan yang tinggi satu malaman sedikit 300 ratusan rumah di Kecamatan Gebang Kabupaten terendam air setinggi lutut orang dewasa,di perkirakan untuk Kelurahan Pekan Gebang ada 100 rumah lebih,Desa Paluh Manis sekitar 200 rumah,Rabu (16/12/2020), sekira pukul 00.30 wib.

Hujan di mulai pukul 00.30 wib malam hingga pukul 04.30 wib pagi,hanya dalam waktu satu jam air sudah menyebrang pasar,hingga sempat terjadi kemacetan lalu lintas di Jalan Lintas Aceh – Medan.

Tekanan air sangat cepat memenuhi paret dan halaman rumah penduduk,kondisi ini di perparah akibat gorong – gorong di Jalimsum Aceh – Medan terlalu kecil sudah tidak mampu menampung debet air yang tinggi,yaitu Dusun III dan Dusun IV serta Dusun VI Paluh Manis.

Sementara di Kelurahan Pekan Gebang genangan air mulai terlihat di Lingkungan I Tegal Rejo,Lingkungan II Air Tawar,Lingkungan IV Simpang Kolam Luar dan Lingkungan VI Kelurahan Pekan Gebang.

Menurut Sabarudin alias Pak Icik Kades Paluh Manis,sudah hampir dua bulan Dinas PUPR Provsu meninjau gorong gorong setelah sebelum nya Camat Gebang Dra. M Turi Hendarsih S menyuratinya,surat tembusan nya ada kita terima,terang Pak Icik,di dampingi beberapa kadus Paluh Manis.

Untuk fasilitas umum di Desa Paluh Manis sedikit nya ada 3 yang terendam ,yaitu 2 sekolah dan satu mesjid.

Terpisah selain gorong gorong di Jalimsum Aceh – Medan yang kecil alias sempit harua di ganti tepat nya Kelurahan Pekan Gebang sedikit nya ada Jembatan Tugu Pahlawan,gorong gorong Simpang Kolam Luar dekat depan warung BOB,gorong gorong depan Kantor Polsek Gebang serta Jembatan Bok Sempit Tegal Rejo yang perlu di normalisasi,hingga pembersihan paret di Jalinsum Aceh – Medan jalan protokol.

Keluhan masyarakat terkait banjir di Gebang normalisasi paret akses buangan dua perkebunan menjadi sorotan warga, yaitu PT
Suwangi Sejati (SS) dan PT.Rapala di harapkan bisa berperan aktif mengingat terkadang limbah sawit atau sampah pelepah sawit menutupi paret,ungkap Gunawan ,BA tokoh masyarakat Gebang.

Selain itu akibat banjir di Jalimsum Aceh – Medan beram jalan tergerus air sehingga beram menjadi tinggi dan berlubang.

Hingga sejauh ini walaupun sudah ada pihak Dinas PUPR Provsu Bina Marga dan Kementrian PUPR Bina Marga Balai Besar Negara turun ke Gebang,namun hingga hari belum ada tindak lanjut nya.

Hingga sampai hari ini belum ada data pasti berapa warga yang rumah nya terendam banjir,Camat Gebang Dra.M.Tuti Hendarsih S melalui Sekcam nya terlihat sedang mendata berapa korban banjir. (DDK/AYR)