Beranda HEADLINE Anggota PWRI Rokan Hilir Andi Beserta Rekannya, Silaturahmi Dengan Ketua Sakai

Anggota PWRI Rokan Hilir Andi Beserta Rekannya, Silaturahmi Dengan Ketua Sakai

BERBAGI

Buser24,com. Duri – Anggota PWRI kabupaten Rokan Hilir Andi Beserta Rekan nya silaturahmi di rumah tokoh adat sakai Puyan yang berada di desa Tanjung Leban Kecamatan Bandar Laksamana Kabupaten Bengkalis, minggu (22/11/2020) siang.

 

Dalam silaturahmi di sambut baik oleh ketua lembaga Bathin Botuah Sakai Puyan, tujuan Anggota PWRI beserta Rekan nya ingin bertatap muka dan tau akan keberadaan suku sakai di kabupaten Bengkalis ini, ” jelas Kusnan.

Puyan, menjelas kan kepada Anggota PWRI Andi bahwa memperkenal kan keberadaan suku sakai keluarga Besar Bathin Botuah Sakai di wilayah kabupaten Bengkalis. sekaligus memperkenalkan dan menjaga serta mempertahankan dan kelestarian adat dan budaya suku Sakai warisan Nenek moyang.Dan adapun bentuk sebagai wadah untuk menyatukan masyarakat suku sakai keturunan keluarga besar Bathin Botuah.

Saya Puyan, sebagai ketua Lembaga Bathin Botuah Sakai, berusaha untuk memberikan Sarana untuk mendidik dan mencerdaskan, pembangunan masyarakat suku sakai di lingkungan tempat tinggal nya agar sadar dan bertanggung jawab atas hak dan kewajiban nya. Sebagai warga negara indonesia dan tidak meninggal nilai luhur dan adat istiadat dan budaya suku sakai warisan Nenek  moyang.

 

Sebagai penututan acara silaturahmi ini beliau, memberikan masukan tentang kemanakan, Didalam pasal 33 ayat (3) UUD 1945 bahwa bumi, air dan kekayaan alam yang terkandung didalam nya, yang penguasaannya di tugas kan kepada Negara Republik Indonesia, harus di pergunakan untuk sebesar besar kemakmuran Rakyat, UUPA menciptakan Hukum Agaria Nadional berstuktur tunggal yang seperti dinyatakan dalam bagian”Berpendapat” serta Penjelasan umum UUPA berdasar kan atas Hukum Adat tentang tanah sebagai hukum aslinya sebagian terbesar rakyat indonesia.

 

Dengan kata kata sekarang semuanya ini pada hakikat nya adalah dalam rangka melaksanakan Pembangunan Nasional, mengidi Kemerdekaan yang diproklamasikan pada 17 Agustus 1945   menuju terwujudnya masyarakat adil dan makmur berdasar kan pancasila, indonesia Tanah Air ku, Tanah Air kita Bersama, Dimana Bumi dipijak disitu langit dijunjung, dimana Ranting dipatah disitu Air diminum,” ungkap puyan .

 

Reforter : Andi.