Beranda NASIONAL Direktur RSUD Atam Bantah Adanya Layanan Buruk Pada Pasien “Tidak Adanya Klarifikasi...

Direktur RSUD Atam Bantah Adanya Layanan Buruk Pada Pasien “Tidak Adanya Klarifikasi Atas Tudingan, RSUD Akan Lanjut Kerana Hukum

BERBAGI
Buser24.com | Aceh Tamiang.
Terkait Adanya isu pihak RSUD Aceh Tamiang dalam memberikan  pelayanan yang buruk terhadap pasien, Sehingga muncul pernyataan dari warga agar direktur RSUD Aceh Tamiang Dr.Dedy Syah dicopot dari jabatannya sebagai Direktur.
Dalam menyekapi hal adanya tudingan tersebut, Pihak Management RSUD Kabupaten Aceh Tamiang memberikan klarifikasi dan membantah atas tudingan dari salah seorang warga bahwa pihak RSUD Aceh Tamiang telah memberikan layanan yang buruk terhadap pasien.
Direktur RSUD Aceh Tamiang, Dr. Tengku Dedy Syah yang didampingi oleh Kabag Humas Setdakab dan sejumlah dokter, tepatnya di Aula rapat RSUD setempat kepada sejumlah Awak Media pukul 14
00 Wib, Dalam penyampaiannya membantah dan mengklarifikasi atas tudingan tersebut, Kamis
Kamis(05/11/2020) pukul 14.00 Wib.
Bantah Dr.Dedy Syah bahwa “Saya tidak terima atas pernyataan yang disampaikan oleh saudara Hayatuddin, dan saya selaku Direktur RSUD Aceh Tamiang memberikan waktu selama 3 X 24 Jam  untuk mengklarifikasi pernyataannya di media tempo hari”,Tegas Dr.Dedy Dalam bantahannya kepada para awak media yang hadir.
“Dan Klarifikasi ini kami sampaikan agar masyarakat se-Kabupaten Aceh Tamiang mengetahui, bahwa Informasi yang beredar sebelumnya dikhalayak ramai itu, adalah tidak benar”,Cetus Dr.Dedy lagi.
Dalam Jumpa Pers yang terus berlangsung, terlihat Dr. Dedy Syah selaku Direktur Pada RSUD Aceh Tamiang, secara tegas membantah atas tudingan yang dilontarkan pada dirinya, selain itu juga, pihaknya sangat keberatan atas pernyataan dari Hayatuddin di beberapa media, yang dinilai telah mencoreng kinerja RSUD Aceh Tamiang.
Dedy menjelaskan lagi tentang riwayat medis terhadap pasien “Kalau pelayanan yang diberikan oleh RSUD kepada pasien berinisial  ” AY ” sudah dalam Standar Operasional Prosedur (SOP) yang berlaku,  yaitu dari hasil rapid, gejala yang dialami pasien hingga tindakan medis yang dilakukan terhadapnya semua sudah sesuai SOP.
“Yang dikarenakan kondisi pasien pada saat itu rendah, sehingga pihak medis dilakukan Rontgen Thorax. Dan dari hasil Rapid Non Reaktif, terdapat Gula Darah 249 miligram”,Jelas Dr.Dedi.
” Kemudian, Dari hasil tersebut, dikonsulkan kepada pihak Dokter DPJP (Dokter Penanggung Jawab Pelayanan) yaitu dr. Syahbuddin, Sp.PD. Pasien saat itu di diagnosa ISPA + Diabetes Tipe Dua kemudian mendapatkan terapi tambahan berupa injeksi insulin dan instruksi rawat inap.
“Selanjutnya, Pasien diantar ke ruang Pinere, dikarenakan Hasil Foto Thorax dibaca oleh Dokter Radiologi dinyatakan Pneumonia Bilateral, disertai terdapat bercak atau tanda di paru, yang mengarah gejala Suspek Covid”,Jelasnya.
“Disamping itu, terkait adanya pernyataan Hayatuddin, bahwa keluarganya telah mendapatkan informasi dari Provinsi Aceh tentang hasil swab pasien yang negatif. Namun pihak RSUD Aceh Tamiang menyatakan masih belum menerima informasi hasil swab pasien pada saat itu.
Direktur RSUD dr. Dedy Syah,mengatakan “terkait hasil swab yang dikeluarkan sangat bersifat rahasia, Dan tidak bisa sembarang orang mendapatkannya.
“saat itu, Via Selular saya dikirimi gambar hasil swab pasien oleh pihak keluarga berupa gambar, informasi tersebut, saya konfirmasi ke Posko Satgas Covid-19 Aceh untuk memastikan keakuratannya. Namun oleh Posko Satgas Covid-19 Aceh, menyatakan mereka tidak pernah mengeluarkan hasil swab seperti yang di kirimkan dengan gambar kertas hasil swab berwarna”,ungkap Dr.Dedy.
Sambung Dr.T.Dedy Syah mengatakan bahwa “menurut Posko Satgas Covid Aceh, informasi hasil swab itu kemungkinan didapatkan dari orang dalam,” tetapi sekali lagi saya tegaskan, pihak kami saat itu belum menerima hasil swab dari Provinsi baik secara surat resmi maupun telepon”,Kata nya.
Dikesempatan yang sama, Dr. Andika Putra, Sp.PD yang turut serta dalam mendampingi Direktur RSUD
menjelaskan tentang prosedur keluarnya hasil swab secara resmi, saat sampel swab dikirim dari seluruh Aceh itu menggunakan daftar tunggu, Dan sampel tersebut selanjutnya akan diperiksa di 4 (empat) Laboratorium yang ditunjuk di Banda Aceh”, Terang Dr. Andika.
“Dan hasilnya dikirim pada Satgas Penangan Covid-19 Aceh yang akan nantinya mengumumkan dan mengirimkan kembali hasilnya, secara kolektif ke Kabupaten/ Kota yang ada di Provinsi Aceh.
“Jad hasil Swab tersebut, bersifat rahasia dan tidak sembarang orang dengan mudah untuk mendapatkan data pasien tersebut”,Kata Dr. Andika.
Selanjutnya dalam Jumpa Pers tersebut, turut ditampilkan berupa rekaman video yang didapat dari rekaman CCTV atas tindakan kasar yang dilakukan oleh keluarga Pasien.
terlihat pada rekaman tersebut, jelas beberapa aksi yang tidak terhormat yang dilakukan oleh keluarga pasien melakukan penendangan dan menggebrak meja resepsionis sehingga menyebabkan meja tersebut rusak.
Lebih lanjut, disusul perkataan Direktur RSUD Dr. Dedy Syah dalam jumpa Pers bahwa “Yang saya sayangkan, oknum yang melakukan tindakan arogan tersebut dari Unsur Pemerintah Daerah yang seharusnya bisa memberikan contoh dan tauladan yang baik kepada masyarakat.
“Prilaku inilah, awal yang dapat merusak masyarakat, sehingga kinerja kami di RSUD tidak dipercaya lagi oleh masyarakat. Jelas tindakan keluarga pasien sangat merusak citra RSUD Aceh Tamiang”, ucap Dr.Dedy.
Salah seorang dokter dari RSUD, dr. Rosniar Nasution, Sp.P.FISR terlihat ikut angkat bicara terkait kinerja RSUD selama ini  menyatakan, bahwa RSUD Aceh Tamiang telah melayani dan melakukan hal yang terbaik bagi pasien yang dirawat, baik pasien umum maupun pasien yang terkonfirmasi positif Covid-19.
“RSUD Aceh Tamiang sudah banyak menyembuhkan pasien-pasien yang terkonfirmasi positif Covid-19. Dan Alhamdulilah mereka keluar dari RSUD dalam keadaan sehat wal’afiat dibawah penanganan para Dokter RSUD Aceh Tamiang juga masuk dalam kategori penyembuhan paling tinggi kasus Covid-19 yang hal itu resmi disampaikan oleh BNPB.
Kemudian lanjutnya, walau kita juga tidak memungkiri, ada pasien positif Covid yang juga meninggal. Namun jumlahnya sangat sedikit dan pasien umumnya disertai penyakit komorbit”, ungkap Rosniar.
Dedy kemudian menambahkan kembali, bahwa proses penanganan yang telah dilakukan, sesuai dengan SOP, tahapan dan proses penanganan yang dilakukan sudah sangat tepat dan atas saran dokter serta sesuai Protokol Kesehatan.
“Kami menunggu i’tikad baik Keluarga dan Hayatuddin untuk meminta maaf serta mengklarifikasi berita tersebut. Dan jika tidak, maka dengan berat hati, kami dari pihak RSUD Aceh Tamiang akan membawa perihal ini ke ranah hukum”, akhir penyampaiannya.
Reporter : Buser24.
Editor : Andi.