Beranda FAKTA & PERISTIWA Terkait Banjir Campur Lumpur Masyarakat Gebang Minta Pemkab Langkat Serius Menyikapi Keluhan Warga

Terkait Banjir Campur Lumpur Masyarakat Gebang Minta Pemkab Langkat Serius Menyikapi Keluhan Warga

BERBAGI

Buser24.com, Langkat – Memasuki musim penghujan dalam kurun waktu hampir dua bulan terakhir Lingkungan VI Pekan Gebang, Lingkungan V Simpang Kolam Luar, Lingkungan I Tegal Rejo adalah daerah rawan banjir di Kelurahan Pekan Gebang Kecamatan Gebang Kabupaten Langkat, Sumatera Utara.

Penyebab banjir ini sangat komplek menurut Munir (64) warga Lingk VI mengatakan ,banjir di sertai air berlumpur akibat galian c tanah timbun,parit jalinsum hampir 2 bulan tidak di bersihkan dinas terkait,bok zaman Belanda yang menembus PT.JPN sudah di alihkan sehingga tidak normal jalan nya,setengah jam aja hujan lebat rumah saya terendam banjir,terang Munir ,(20/10) di dampingi Siti Jahara istrinya.

Ungkapan senada juga di sampaikan oleh Anwar Abbas (75) warga Lingk VI ,menurutnya pihak pemilik maupun pengelola galian c setelah dapat untung mereka pergi begitu saja tidaknya perduli lagi kamilah merasakan dampak kebanjiran air lumpur, belum lagi pihak perkebunan yang tidak merawat parit buataan mereka yang di penuhi sampah menembus parit kebun kopi hingga jembatan tugu pahlawan Gebang, terang nya.

Kepala Kelurahan Pekan Gebang Selamat Sahri ketika di kompirmasi Buser24.com terkait keluhan masyarakat yang menyampaikan adanya tanah  yang di timbun untuk menutup parit jalinsum sebagai lintasan waktu galian c masih aktif,mengatakan tidak mengetahui dimana lokasi parit yang di tutup tanah,dalih Selamat.

Belum ada laporan saya selaku kepling kepada pak lurah maka pak lurah tidak bisa jawab,timpal Ali kepling VI menyela pembicaraan.

Permasalahan banjir lumpur di Gebang memang kompleks,untuk itu masyarakat berharap perhatian serius Pemkab Langkat, tidak asal lempar tanggung jawab kepada lurah dan camat saja perlu perhatian pihak perkebunan dan PKS PT.JPN terlebih masyarakat lagi di susahkan dampak wabah penyakit pandemi covid-19. (AKHYAR)